Selasa, 10 April 2012

PELAKSANAAN MONITORING UJIAN NASIONAL SE-KOTA TANGERANG SELATAN


MONITORING PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL
TINGKAT SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA
SE-KOTA TANGERANG SELATAN
TAHUN 2011-2012

Pendidikan bermutu tidak lepas dari pembinaan dan pengawasan yang komprehensif, akuntabel, dan professional dari semua unsur dan elemen yang peduli terhadap pendidikan, baik dari unsur pemerintahan secara kebijakan struktural, maupun dari elemen masyarakat atau LSM yang dalam hal ini bergerak di dunia pendidikan. Salah satu program dari pemerintah dalam memantau proses dan hasil belajar para peserta didik yaitu Ujian Nasional (UN). Ujian Nasional merupakan langkah yang diambil pemerintah untuk mengevaluasi proses hasil belajar di sekolah pada semua tingkatan. Melalui UN pemerintah dapat mengetahui hasil evaluasi belajar dari seluruh siswa se Indonesia. Maka tentu perlu ada juga data yang mendukung tentang pelaksanaan UN tersebut.
Setiap pelaksanaan UN di sekolah dari diadakannya program UN sering didapati hal-hal yang menjadi perbincangan hangat di dunia pendidikan. Kebijakan pemerintah dalam melaksanakan UN tentu perlu didukung berbagai faktor untuk memonitoring dan mengawasi pelaksanaannya agar UN dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Kegiatan monitoring dalam pelaksanaan UN adalah langkah untuk mengawasi pendidikan mutu agar setiap penyelanggaraan pendidikan di sekolah dapat terpantau dengan baik sesuai dengan tujuan pendidikan yang termaktub dalam Undang-undang.
Dinas pendidikan Kota Tangerang Selatan salah satu pelaksana UN tingkat daerah akan beroperasi di 7 kecamatan dengan jumlah sekolah dan madrasah di semua tingkatan sebanyak 696 yang terdiri atas SD negeri sebanyak 208 sekolah, swasta sebanyak 121 sekolah, untuk MI Negeri sebanyak 2 madrasah dan swasta sebanyak 77 madrasah. Kemudian SMP negeri sebanyak 17 sekolah dan swasta sebanyak 107 sekolah, sedangkan MTs negeri sebanyak 1 madrasah dan swasta sebanyak 41 madrasah. Selanjutnya SMA negeri sebanyak 12 sekolah dan swasta sebanyak 35 sekolah, SMK negeri sebanyak 3 sekolah dan swasta sebanyak 55 sekolah, lalu MA negeri sebanyak 2 madrasah dan swasta sebanyak 15 madrasah. Sebagai antisipasi dari tindakan atau hal-hal yang di luar dugaan, seperti kecurangan dan lain sebagainya, Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan melaksanakan monitoring untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan UN di Kota Tangerang Selatan. Sekolah atau madrasah yang akan dimonitoring sebanyak 357, terdiri atas 210 tingkat SD/MI, 84 tingkat SMP/MTs, dan 63 tingkat SMA/SMK/MA. Adapun monitoring akan menggunakan system random atau proses acak untuk menentukan sekolah yang akan dimonitoring.
Proses monitoring tersebut akan dilaksanakan saat pelaksanaan UN di sekolah atau madrasah masing-masing tingkatanm dengan tahap UN yang telah dijadwalkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk tingkat SMA monitoring dilaksanakan pada tanggal 16-19 April 2012, sedangkan tingkat SMP dilaksanakan pada tanggal 23-26 April 2012, dan untuk tingkat SD dilaksanakan pada tanggal 7-9 Mei 2012. Instrument monitoring akan dilakukan secara kualitatif dengan pengambilan data menggunakan metode kuesioner atau angket. Angket tersebut akan dibagikan pada setiap kepala sekolah atau ketua panitia UN sekolah masing-masing satu angket. Isi dari angket ini mencakup; 1. Data sekolah, 2. Pelaksanaan UN, 3. Hasil monitoring, dan 4. Tim monitoring. Masing-masing pertanyaan dikemas seputar pelaksanaan UN di sekolah tersebut.
Hasil yang ingin dicapai oleh Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan dari kegiatan monitoring pada pelaksanaan UN pada semua tingkatan sekolah di Kota Tagerang Selatan yaitu, 1. Untuk  mengetahui jumlah peran serta didik yang mengikuti UN di masing-masing  tingkatan satuan pendidikan, 2. Untuk memotret pelaksanaan UN secara transparan, akuntabel, dan professional sehingga menghasilkan output peserta didik yang bermutu atau berkualitas, 3.  Bertujuan untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan di bidang pendidikan khususnya berkaitan dengan pelaksanaan UN. (Johan Aristya Lesmana)

Minggu, 08 April 2012

Meningkatkan Rasa Kepedulian Pemuda Demi Terwujudnya Masyarakat yang Sejahtera Sesuai Nilai-Nilai Pancasila


Kehadiran sebuah bangsa tak lepas dari berbagai kekisruhan yang menyelimuti, begitu pula dalam tatanan perjalanan kenegaraan yang telah bersahabat dengan getirnya problematika zaman. Saat kuncup bunga reformasi tak dapat lagi para peramal untuk menebak kemekarannya, maka pupuk demokrasi yang santun dapat menjadi solusinya. Namun, ketika berkaca pada bangsa Indonesia yang begitu terseok-seok menemukan jati diri, terbayanglah keharusan gelombang kesatuan dan persatuan yang tak patut bereformasi. Karena ruh reformasi tidak hanya tertanam pada perjalanan demokrasi kekanak-kanakan, tapi merupakan demokrasi yang dewasa. Landasan dasar ini yang mencoba melahirkan sebuah agenda pembaruan bangsa mencapai masa depan reformasi yang substantif dan pelaksanaan demokrasi yang tangguh, bukan demokrasi ‘cengeng.’
Tahap mengagendakan perubahan sebenarnya telah hadir sejak lampau, namun ruhnya yang terkadang dilupakan oleh generasi penerus—mungkin juga sengaja dihilangkan oleh suatu rezim tertentu—menjadikan perjuangan yang hilang arah. Poros perjuangan para pemuda yang punya semangat pembaruan lah yang kini menjadi harapan bangsa ini untuk mengagendakan kemajuan.
Hari ini rakyat sedang dirundung pilu dengan berbagai ulah para penista yang selalu mencoba menyentuh kalbu rakyat dengan tajamnya pisau ketiranian. Tentu ini merupakan bekal bagi bangsa ini jika mau dikategorikan sebagai bangsa yang berpotensi gagal. Sudah terlalu lama dan banyak rakyat disiram dengan jannji-janji para pembusuk birokrasi dari republik hina. Dari bingkai itu pemuda mesti berkaca pada agenda strategis bangsa yang pro terhadap rakyat yang sekian lama merindukan datangnya ketentraman dan kemakmuran bangsa ini. Debut politik yang tak bermoral sebaiknya disudahi untuk mencanangkan perubahan bangsa, bukan untuk kepentinggan busuk segerombolan para politikus bermental neraka.
Kenaikan BBM merupakan bukti suramnya kebijakan pemerintah yang tega menumpahkan air mata ketidakberdayaan para rakyatnya. Maka sebagai ggenerasi penerus, mestinya dapat membasmi sindrom ketiranian tersebut. Dalam hal ini, Badan Komunikaasi Pemuda dan Remaja Masjid Indinesia (BKPRMI)  mencoba menggagas agenda strategis bangsa dengan mempublikasikan gagasan-gagasan perubahan yang akan mengantarkan Indonesia gemilang. Gagasan perubahan itu dimulai dengan Seminar Nasional dengan tema “Meningkatkan Rasa Kepedulian Pemuda Demi Terwujudnya Masyarakat yang Sejahtera Sesuai Nilai-Nilai Pancasila.”
Kegiatan ini merupakan kepedulian kalangan pemuda akan perubahan bangsa yang bijak terhadap harapan rakyat. Dalam dinamika demokrasi yang kian sulit ditemukan arah tujuannya, maka perlu untuk menerobos batas haluan zaman yang semakin bergerak dengan sporadis. Perjuangan para kaum muda menjadi penentu keberlangsungan demokratisasi bangsa yang sehat dan dewasa. Semoga....(Johan Aristya Lesmana)

Quo Vadis Kebijakan Kenaikan Harga BBM


Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan mengenal sejarah perjuangannya. Pepatah itu merupakan kearifan terhadap perjuangan para pendahulu dan gejolak kebangsaan zaman itu. Problematika bangsa yang sarat dengan kebijakan yang tak berpihak pada rakyat merupakan penistaan pada sejarah perjuangn bangsa, karena sudah menodai kearifan ruh perjuangan yang dianugerahkan para pahlawan bangsa untuk kemerdekaan rakyat yang seutuhnya. Maka arus kenaikan BBM yang dicanangkan pemerintah pekan lalu merupakan dosa sejarah baru yang menjadi catatan kelam bangsa ini. Bahwa ini membuktikan betapa tidak berdayanya para pemangku kepentingan negeri ini untuk mengatasi problematika yang timbul di tengah-tengah krisis multidimensional.
Dalam rangka penyelamatkan APBN negara, pemerintah mesti kreatif-transformatif untuk menemukan ide-ide yang invatif untuk mempertahankan perekonomian negara, bukan hanya bertumpu pada satu sektor krusial saja seperti BBM. Jika diamati lebih lanjut, publikasi terkait kenaikan BBM secara besar-besaran akan menimbulkan pretensi negatif untuk para pemerintahan itu sendiri, pasalnya kenaikan BBM seringkali dikaitkan dengan permainan politik yang memoroskan strategi pada pengalihan isu dan pencitraan pada suatu orang, golongan atau institusi tertentu. Jelas pemberitaan seperti ini melenceng jauh dari ruh perjuangan bangsa. Maka dari itu, perlu adanya suplemen untuk meningkatkan daya terobosan yang kreatif-transformatif untuk memajukan bangsa, misalnya dengan kemandirian energi—dalam hal kenaikan harga BBM.
Negeri ini menyimpan banyak manusia yang pintar, cerdas, dan profesional. Namun, potensi mereka belum dimaksimalkan untuk sebaik-baik keperluan bangsa secara makro. Spirit untuk membangun kesadaran yang kini mesti menjadi titik tekan untuk memberikan secercah perubahan dalam menangani problematika bangsa, bukan sumpah serapah para pejabat yang merupakan seruan penistaan terhadap rakyat. Bumi pertiwi ini tak layak untuk menangis kesekian kalinya, cukup, hapukan sekarang juga unsur-unsur penjilat, ketiranian, penistaan terhadap bangsa yang begitu makmur ini. Berikan ruang hijau bagi harapan rakyat untuk menghirup masa depan di negeri tercinta Indonesia.
Berangkat dari fenomena tersebut di atas, maka BKPRMI mengajak semua elemen untuk duduk bersama membincangkan arah kemajuan bangsa setelah tertundanya kenaikan harga BBM yang sempat menjadi isu besar tentang sebuah bangsa yang gagal. Kegiatan ini merupakan bentuk dari kepedulian BKPRMI terhadap gejolak bangsa yang kian hari kian rumit untuk dipecahkan. Dari Seminar Nasional dengan tema “Quo Vadis Kebijakan Kenaikan Harga BBM” ini diharapkan banyak para pemuda khususnya dapat mengagendakan perubahan bangsa yang maju dan bisa menyejahterakan rakyatnya. (Johan Aristya Lesmana)

Mengkaji Dampak Ditundanya Kenaikan Harga BBM


Bangsa kembali bergejolak ketika kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM dirasa tidak berpihak pada rakyat, pasalnya rakyat kewalahan dengan tersudutkannya kaum miskin. Ini merupakan kesatiran dari sebuah negeri yang masih minim tingkat perekonomiannya. Setelah demo besar-besaran yang dilakukan oleh semua kalangan dari berbagai ormas dan perbedaan pendapat antara wakil rakyat, akhirnya kenaikan harga BBM yang tadinya dijadwalkan pada tanggal 1 April 2012 urung terjadi dengan syarat pengunduran pada beberapa waktu ke depan.
Langkah menaikkan harga BBM memang belum dapat diterima di kalangan masyarakat luas, maka pemerintah semestinya memiliki ide lain untuk menyelamatkan APBN selain menaikkan harga BBM, karena masih banyak lagi hal yang dapat membantu bobolnya APBN akibat subsidi BBM yang telah lama dijalankan. Naiknya minyak di pasar dunia mengakibatkan carut-marutnya perekonomian negara-negara yang pendapatan minyaknya hanya dari negara pengimpor dari timur tengah. Hal ini kemudian menjadikan Indonesia memiliki kkekhawatiran berlebih akan dampak krisis yang sebelumnya telah melanda negara-negara di Eropa.
Kenaikan BBM merupakan bukti suramnya kebijakan pemerintah yang tega menumpahkan air mata ketidakberdayaan para rakyatnya. Maka sebagai generasi penerus, mestinya dapat membasmi sindrom ketiranian tersebut. Dalam hal ini, Institute of Society Development (ISDEV) mencoba menggagas agenda strategis bangsa dengan mempublikasikan gagasan-gagasan perubahan yang akan mengantarkan Indonesia gemilang. Gagasan perubahan itu dimulai dengan Seminar Nasional dengan tema “Mengkaji Dampak Ditundanya Kenaikan Harga BBM.”
Kegiatan ini merupakan kepedulian kalangan pemuda akan perubahan bangsa yang bijak terhadap harapan rakyat. Dalam dinamika demokrasi yang kian sulit ditemukan arah tujuannya, maka perlu untuk menerobos batas haluan zaman yang semakin bergerak dengan sporadis. Perjuangan para kaum muda menjadi penentu keberlangsungan demokratisasi bangsa yang sehat dan dewasa. Semoga....

Senin, 02 April 2012

SANG RAMBUT PERAK UNTUK INDONESIA EMAS


Sang Rambut Perak untuk Indonesia Emas
Oleh Johan Aristya Lesmana
Pasca krisis perekonomian dunia, Indoneisa mulai mengukir sejarah dengan menumbuhkan ekonomi nasional hingga 6,5 % pada 2010 lalu. Tentu ini merupakan prestasi yang cukup gemilang bagi Indonesia yang sekian lama mengalami krisis ekonomi yang cukup signifikan. Pada 27 Mei 2011, presiden RI dibantu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 di JHCC Jakarta. Agenda ini merupakan terobosan program pemerintah untuk meningkatkan prekonomian Indonesia dalam jangka waktu yang ditargetkan. Tentu ini merupakan kerja keras Menko Perekonomian yang dinahkodai oleh pria berambut perak, Ir. Hatta Rajasa untuk kemajuan Indonesia terutama di bidang ekonomi. Program ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Melalui langkah MP3EI ini Ir. Hatta Rajasa berharap percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi akan menempatkan Indonesia sebagai Negara maju pada tahun 2025 dengan pendapatan perkapita yang berkisar antara USD 14.250 s.d. USD 15.500 dengan nilai total perekonomian (PDB) berkisar antara USD 4,0 S.D. 4,5 triliun. Untuk mewujudkannya diperlukan pertumbuhan ekonomi riil sebesar 6,4 hingga 7,5 persen pada periode 2011-2014, dan sekitar 8,0 sampai 9,0 persen pada periode 2015-2025. Pertumbuhan ekonomi tersebut akan dibarengi oleh penurunan inflasi dari sebesar 6,5 persen pada periode 1011-2014 menjadi 3,0 persen pada 2025. Kombinasi pertumbuhan dan inflasi seperti itu mencerminkan karakteristik Negara maju.
Arsitektur Kemajuan Bangsa Sudah Menggema dengan MP3EI
Rencana besar ini hadir dari buah pemikiran seorang menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 yaitu Menko Perekonomian, Ir. M Hatta Rajasa yang belum lama ini mencanangkan program MP3EI bersama Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Kerja keras dan tanggung jawab menjadi instrument utama dalam mengembangkan dan memajukan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya terobosan strategi dan kebijakan yang berani untuk dapat bersaing dengan Negara-negara lain—yang terlebih dahulu maju dari Indonesia. Kementerian mengkoordinatori 18 kementerian ini merupakan agenda strategis bangsa dalam kemajuan dan kesejahteraan bangsa, maka dibutuhkan etos kerja yang serius dan bijaksana dalam pengambilan langkah-langkah untuk memajukan Negara tercinta. Dalam kurun waktu 2 tahun Ir. Hatta Rajasa telah membuktikan ide mulianya dalam sebuah program master MP3EI. Hal ini merupakan terobosan pemerintah untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan dan  kemajuan ekonomi  bangsa yang ditargetkan dalam program tersebut yaitu pada tahun 2025.
Dari data MP3EI Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ada tiga inisiatif strategi dari MP3EI. Pertama, dalam pengembangan dan perluasan perekonomian di 6 koridor ekonomi yang meliputi 22 kegiatan ekonomi utama, yaitu: Sumatera (Kelapa Sawit, Karet, Batubara, Besi-Baja, JSS), Jawa (Industri Makanan Minuman, Tekstil, Permesinan, Transportasi,   Perkapalan, Alutsista, Telematika, Metropolitan Jadebotabek), Kalimantan (Kelapa Sawit, Batubara, Alumina/Bauksit, Migas, Perkayuan, Besi-Baja), Sulawesi (Pertanian Pangan, Kakao, Perikanan, Nikel, Migas), Bali-NTT (Pariwisata, Peternakan, Perikanan), Papua-Kepulauan Maluku (Food Estate, Tembaga, Peternakan, Perikanan, Migas, Nikel). Strategi kedua, memperkuat konektivitas nasional melalui sinkronisasi rencana aksi nasional untuk merevitalisasi kinerja sektor riil. Untuk itu akan ditetapkan jadwal penyelesaian masalah peraturan nasional dan infrastruktur utama nasional. Menurut laporan Menko Perekonomian, berdasarkan hasil diskusi dengan para pemangku kepentingan, khususnya dunia usaha, teridentifikasi sejumlah regulasi dan perijinan yang memerlukan debottlenecking yang meliputi: 1. Mempercepat penyelesaian peraturan pelaksanaan undang-undang, 2. Menghilangkan tumpang tindih antar peraturan yang sudah ada baik ditingkat pusat dan daerah, maupun antara sektor/lembaga, 3. Merevisi atau menerbitkan peraturan yang sangat dibutuhkan untuk mendukung strategi MP3EI (seperti Bea keluar beberapa komoditi), 4. Memberikan insentif kepada kegiatan-kegiatan utama yang sesuai dengan strategi MP3EI, 5. Mempercepat dan menyederhanakan proses serta memberikan kepastian perizinan. Strategi ketiga, pengembangan Center of Excellence di setiap koridor ekonomi. Dalam hal ini akan didorong pengembangan SDM dan IPTEK sesuai kebutuhan peningkatan daya saing. Percepatan transformasi inovasi dalam ekonomi yang dilakukan melalui: 1.  Pengembangan modal manusia berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi secara terencana dan sistematis, 2. Memasukkan unsur Sistem Inovasi Nasional (SINAS) dan berbagai upaya transformasi inovasi dalam kegiatan ekonomi.
The Gold Inisiative Strategic  
Dari tiga inisiatif strategi tersebut, Menko Perekonomian terus berupaya untuk mengembangkan dan memonitoring perjalanan MP3EI sampai pada target yang telah ditentukan. Sosok negarawan Hatta Rajasa tentu berharap MP3EI  akan menjadi sebuah jalan bagi bangsa Indonesia untuk menjadi kekuatan utama dunia. Melalui 4 strategi utama yang kemudian dijabarkan dalam inisiatif strategik tersebut, kita berupaya menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar dunia. Peran penting yang diemban oleh Si Rambut Perakn ini merupakan tanggung tawab yang signifikan bagi bangsa Indonesia menemui masa depannya. Kontribusinya pada Negara diawali sebagai Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Megawati Soekarno Putri m    enggantikan Agum Gumelar kemudian berlanjut menjadi Menteri Perhubungan pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 1 dibawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Sekretaris Negara pada perombakan cabinet (reshuffle) dan sekarang dipercaya untuk memegang amanah yang besar yaitu sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2. Perjalanan karir politik tersebut tentu didapat dari etos kerja seorang negarawan yang melekat padanya selama mengabdi pada bangsa dan Negara. Kontribusi pada perekonomian Indonesia  sudah terlihat dari meningkatnya pendapatan perkapita Indonesia yang menembus angka 6,5 persen dan ini akan terus dikembangkan hingga 8,5 persen pada tahun 2014. Bukan hal yang mustahil, bangsa Indonesia dalam genggamannya akan mencapai puncak perekonomian dunia, bahkan menjadi kekuatan ekonomi dunia seperti yang telah dicanangkannya dalam program MP3EI.
Tahun 2014 merupakan momen potensial untuk mengimplementasikan segmen pertama dari program MP3EI yaitu kenaikan perekonomian hingga 7,5 persen pendapatan perkapita Indonesia. Hal ini harus diiringi dengan semangat pengabdian yang utuh dari berbagai pihak yang bersatu untuk mengembangkan perekonomian Indonesia yang telah dicanangkan dalam program Menko Perekonomian, yaitu MP3EI. Hatta Rajasa tentu mengajak semua elemen bangsa untuk bersama menjalankan dan memonitoring MP3EI hingga benar-benar menunjukkan hasil yang maksimal bagi perekonomian bangsa hingga tahun 2025. Perkembangan perekonomian Indonesia tajk lepas dari seorang pejuang kemandirian ekonomi Indonesia yaitu Hatta Rajasa yang sekarang jelas memegang kendali perekonomian bangsa, dan sudah menunjukkan hasil yang konkret bagi melajunya perkembangan perekonomian yang akan membawa bangsa ini sebagai kekuatan ekonomi dunia.
Mengabdi Bangsa Demi Kesejahteraan Rakyat
Dengan penuh semangat dan cita-cita, Hatta Rajasa terus mengabdi untuk Indonesia yang bermartabat. Hal ini Ia buktikan dengan pengabdiannya pada masyarakat sebagai Ketua Umum DPP PAN yang menaungi seluruh rakyat Indonesia dengan amanah-amanah mulia yang dipertanggungjawabkan pada Negara yang demokratis. Kini Indonesia mulai menapaki jejak peradaban bangsa yang maju dan mampu mengantarkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Tentu banyak hal yang harus menjadi agenda politik bangsa yang kokoh dan bermartabat, salah satunya mengembangkan sector ekonomi yang menjadi motor bagi kemajuan bangsa. Dalam upayanya dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur mulai ia contohkan dari pengalaman hidupnya sebagai seorang pengusaha sekaligus politisi yang menggabungkan keduanya menjadi sebuah system irama yang jujur dan bersih dari korupsi. Dalam iklim Negara yang demokratis, Hatta Rajasa memposisikan dirinya secara proporsional sebagai seorang pemimpin yang amanah dan mencintai perbedaan dalam paying demokrasi. Harapan akan bangsa yang besar kini telah menemui titik terang, maka perjuangan ini akan terus bergaung demi Indonesia.  



 
Curriculum Vitae

Nama                                    : Johan Aristya Lesmana
Tempat ,tanggal lahir              : Bekasi, 16 Juli 1989
Alamat                                   : Jl. Kertamukti, Pisangan-Ciputat, Kota Tangerang Selatan
Agama                                   : Islam
Jenis kelamin                          : Laki-laki
Status perkawinan                  : Belum Kawin
Pekerjaan                               : Pelajar/Mahasiswa
Kewarganegaraan                   : Indonesia
Telepon/handphone                 :  081585594798
E-Mail                                    : johan_aristya@yahoo.co.id
Facebook                               : Johan Aristya L Esmana
Twitter                                    : @johan_aristya
Hobby                                    : Merenung, menulis dan bertindak
Motto hidup                            : Yakin Usaha Sampai
Blogger                                   : http//johanaristya@blogspot.com

Riwayat Pendidikan:
·         RA At-Taqwa, Rengas Bandung, Bekasi,  Tahun  1994-1995
·         SDN Karangsambung 01 Bekasi                  Tahun   1995-2001
·         MI Nurul Huda Karangsambung, Bekasi, Tahun  1997-2001
·         MTs Al-Rosyadiyah, Cikarang Timur, Bekasi. Tahun 2001-2004
·         SMA KORPRI Karawang  Tahun 2004-2007
·         UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2007-2012

Riwayat Organisasi:
·         Pramuka SD-SMA  Tahun 1998-2006
·         UKM FLO Bahasa UIN Jakarta  Tahun 2007-2008
·         Pengurus Dept.Litbang & Keilmuan BEMJ-PBSI Tahun 2010-2011
·         Pengurus Dept.Litbang & Keilmuan BEM-FITK  Tahun 2008-2010
·         Ketua Distrik PBSI HMI KOMTAR  Tahun 2009-2010
·         Ketua DPJ Partai PARMA  Tahun 2009-2010
·         Ketua Bidang Litbang & Keilmuan HMI KOMTAR  Tahun 2009-2010
·         Ketua Umum HMI Komisariat Tarbiyah Cabang Ciputat  Tahun 2010-2011
·         Pengurus HMI Cabang Ciputat 2011-2012
·         Ketua IMAMSII Wilayah Jawa  Tahun 2010-2012
·         Ketua Bidang Politik, Hukum & HAM LISUMA Jakarta Tahun 2011-2012
·         Pengurus Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan 2009-2013