Sang
Rambut Perak untuk Indonesia Emas
Oleh Johan Aristya Lesmana
Pasca
krisis perekonomian dunia, Indoneisa mulai mengukir sejarah dengan menumbuhkan
ekonomi nasional hingga 6,5 % pada 2010 lalu. Tentu ini merupakan prestasi yang
cukup gemilang bagi Indonesia yang sekian lama mengalami krisis ekonomi yang cukup
signifikan. Pada 27 Mei 2011, presiden RI dibantu Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan
Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 di JHCC Jakarta. Agenda ini merupakan
terobosan program pemerintah untuk meningkatkan prekonomian Indonesia dalam
jangka waktu yang ditargetkan. Tentu ini merupakan kerja keras Menko Perekonomian
yang dinahkodai oleh pria berambut perak, Ir. Hatta Rajasa untuk kemajuan
Indonesia terutama di bidang ekonomi. Program ini bertujuan untuk mewujudkan
masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Melalui langkah
MP3EI ini Ir. Hatta Rajasa berharap percepatan dan perluasan pembangunan
ekonomi akan menempatkan Indonesia sebagai Negara maju pada tahun 2025 dengan
pendapatan perkapita yang berkisar antara USD 14.250 s.d. USD 15.500 dengan
nilai total perekonomian (PDB) berkisar antara USD 4,0 S.D. 4,5 triliun. Untuk mewujudkannya
diperlukan pertumbuhan ekonomi riil sebesar 6,4 hingga 7,5 persen pada periode
2011-2014, dan sekitar 8,0 sampai 9,0 persen pada periode 2015-2025. Pertumbuhan
ekonomi tersebut akan dibarengi oleh penurunan inflasi dari sebesar 6,5 persen
pada periode 1011-2014 menjadi 3,0 persen pada 2025. Kombinasi pertumbuhan dan
inflasi seperti itu mencerminkan karakteristik Negara maju.
Arsitektur
Kemajuan Bangsa Sudah Menggema dengan MP3EI
Rencana
besar ini hadir dari buah pemikiran seorang menteri Kabinet Indonesia Bersatu
Jilid 2 yaitu Menko Perekonomian, Ir. M Hatta Rajasa yang belum lama ini
mencanangkan program MP3EI bersama Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Kerja
keras dan tanggung jawab menjadi instrument utama dalam mengembangkan dan
memajukan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya terobosan strategi
dan kebijakan yang berani untuk dapat bersaing dengan Negara-negara lain—yang terlebih
dahulu maju dari Indonesia. Kementerian mengkoordinatori 18 kementerian ini
merupakan agenda strategis bangsa dalam kemajuan dan kesejahteraan bangsa, maka
dibutuhkan etos kerja yang serius dan bijaksana dalam pengambilan
langkah-langkah untuk memajukan Negara tercinta. Dalam kurun waktu 2 tahun Ir.
Hatta Rajasa telah membuktikan ide mulianya dalam sebuah program master MP3EI. Hal ini merupakan
terobosan pemerintah untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan
dan kemajuan ekonomi bangsa yang ditargetkan dalam program tersebut
yaitu pada tahun 2025.
Dari data MP3EI
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ada tiga inisiatif strategi dari
MP3EI. Pertama, dalam pengembangan
dan perluasan perekonomian di 6 koridor ekonomi yang meliputi 22 kegiatan
ekonomi utama, yaitu: Sumatera (Kelapa Sawit, Karet, Batubara,
Besi-Baja, JSS), Jawa (Industri Makanan Minuman, Tekstil, Permesinan,
Transportasi, Perkapalan, Alutsista, Telematika, Metropolitan
Jadebotabek), Kalimantan (Kelapa Sawit, Batubara, Alumina/Bauksit, Migas,
Perkayuan, Besi-Baja), Sulawesi (Pertanian Pangan, Kakao, Perikanan, Nikel,
Migas), Bali-NTT (Pariwisata, Peternakan, Perikanan), Papua-Kepulauan Maluku (Food
Estate, Tembaga, Peternakan, Perikanan, Migas, Nikel). Strategi kedua, memperkuat
konektivitas nasional melalui sinkronisasi rencana aksi nasional untuk
merevitalisasi kinerja sektor riil. Untuk itu akan ditetapkan jadwal
penyelesaian masalah peraturan nasional dan infrastruktur utama nasional.
Menurut laporan Menko Perekonomian, berdasarkan hasil diskusi dengan para
pemangku kepentingan, khususnya dunia usaha, teridentifikasi sejumlah regulasi
dan perijinan yang memerlukan debottlenecking yang meliputi: 1.
Mempercepat penyelesaian peraturan pelaksanaan undang-undang, 2. Menghilangkan
tumpang tindih antar peraturan yang sudah ada baik ditingkat pusat dan daerah,
maupun antara sektor/lembaga, 3. Merevisi atau menerbitkan peraturan yang
sangat dibutuhkan untuk mendukung strategi MP3EI (seperti Bea keluar beberapa
komoditi), 4. Memberikan insentif kepada kegiatan-kegiatan utama yang sesuai
dengan strategi MP3EI, 5. Mempercepat dan menyederhanakan proses serta
memberikan kepastian perizinan. Strategi ketiga, pengembangan Center
of Excellence di setiap koridor ekonomi. Dalam hal ini akan didorong
pengembangan SDM dan IPTEK sesuai kebutuhan peningkatan daya saing. Percepatan
transformasi inovasi dalam ekonomi yang dilakukan melalui: 1. Pengembangan modal manusia berbasis ilmu
pengetahuan, teknologi, dan inovasi secara terencana dan sistematis, 2. Memasukkan
unsur Sistem Inovasi Nasional (SINAS) dan berbagai upaya transformasi inovasi
dalam kegiatan ekonomi.
The Gold Inisiative Strategic
Dari tiga inisiatif strategi
tersebut, Menko Perekonomian terus berupaya untuk mengembangkan dan
memonitoring perjalanan MP3EI sampai pada target yang telah ditentukan. Sosok negarawan
Hatta Rajasa tentu berharap MP3EI akan
menjadi sebuah jalan bagi bangsa Indonesia untuk menjadi kekuatan utama dunia.
Melalui 4 strategi utama yang kemudian dijabarkan dalam inisiatif strategik
tersebut, kita berupaya menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar
dunia. Peran penting yang diemban oleh Si Rambut Perakn ini merupakan tanggung
tawab yang signifikan bagi bangsa Indonesia menemui masa depannya. Kontribusinya
pada Negara diawali sebagai Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden
Megawati Soekarno Putri m enggantikan
Agum Gumelar kemudian berlanjut menjadi Menteri Perhubungan pada Kabinet
Indonesia Bersatu Jilid 1 dibawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan
Menteri Sekretaris Negara pada perombakan cabinet (reshuffle) dan sekarang dipercaya untuk memegang amanah yang besar
yaitu sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Kabinet Indonesia
Bersatu Jilid 2. Perjalanan karir politik tersebut tentu didapat dari etos
kerja seorang negarawan yang melekat padanya selama mengabdi pada bangsa dan Negara.
Kontribusi pada perekonomian Indonesia
sudah terlihat dari meningkatnya pendapatan perkapita Indonesia yang
menembus angka 6,5 persen dan ini akan terus dikembangkan hingga 8,5 persen
pada tahun 2014. Bukan hal yang mustahil, bangsa Indonesia dalam genggamannya
akan mencapai puncak perekonomian dunia, bahkan menjadi kekuatan ekonomi dunia
seperti yang telah dicanangkannya dalam program MP3EI.
Tahun 2014 merupakan momen
potensial untuk mengimplementasikan segmen pertama dari program MP3EI yaitu
kenaikan perekonomian hingga 7,5 persen pendapatan perkapita Indonesia. Hal ini
harus diiringi dengan semangat pengabdian yang utuh dari berbagai pihak yang
bersatu untuk mengembangkan perekonomian Indonesia yang telah dicanangkan dalam
program Menko Perekonomian, yaitu MP3EI. Hatta Rajasa tentu mengajak semua
elemen bangsa untuk bersama menjalankan dan memonitoring MP3EI hingga
benar-benar menunjukkan hasil yang maksimal bagi perekonomian bangsa hingga
tahun 2025. Perkembangan perekonomian Indonesia tajk lepas dari seorang pejuang
kemandirian ekonomi Indonesia yaitu Hatta Rajasa yang sekarang jelas memegang
kendali perekonomian bangsa, dan sudah menunjukkan hasil yang konkret bagi
melajunya perkembangan perekonomian yang akan membawa bangsa ini sebagai
kekuatan ekonomi dunia.
Mengabdi Bangsa Demi Kesejahteraan Rakyat
Dengan penuh semangat dan
cita-cita, Hatta Rajasa terus mengabdi untuk Indonesia yang bermartabat. Hal ini
Ia buktikan dengan pengabdiannya pada masyarakat sebagai Ketua Umum DPP PAN
yang menaungi seluruh rakyat Indonesia dengan amanah-amanah mulia yang
dipertanggungjawabkan pada Negara yang demokratis. Kini Indonesia mulai
menapaki jejak peradaban bangsa yang maju dan mampu mengantarkan kesejahteraan
bagi rakyatnya. Tentu banyak hal yang harus menjadi agenda politik bangsa yang
kokoh dan bermartabat, salah satunya mengembangkan sector ekonomi yang menjadi
motor bagi kemajuan bangsa. Dalam upayanya dalam mewujudkan masyarakat
Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur mulai ia contohkan dari
pengalaman hidupnya sebagai seorang pengusaha sekaligus politisi yang menggabungkan
keduanya menjadi sebuah system irama yang jujur dan bersih dari korupsi. Dalam iklim
Negara yang demokratis, Hatta Rajasa memposisikan dirinya secara proporsional
sebagai seorang pemimpin yang amanah dan mencintai perbedaan dalam paying demokrasi.
Harapan akan bangsa yang besar kini telah menemui titik terang, maka perjuangan
ini akan terus bergaung demi Indonesia.
Curriculum
Vitae
Nama :
Johan Aristya Lesmana
Tempat ,tanggal lahir : Bekasi, 16 Juli 1989
Alamat :
Jl. Kertamukti, Pisangan-Ciputat, Kota Tangerang Selatan
Agama :
Islam
Jenis kelamin :
Laki-laki
Status perkawinan : Belum
Kawin
Pekerjaan : Pelajar/Mahasiswa
Kewarganegaraan : Indonesia
Telepon/handphone : 081585594798
Facebook : Johan
Aristya L Esmana
Twitter : @johan_aristya
Hobby :
Merenung, menulis dan bertindak
Motto hidup :
Yakin Usaha Sampai
Blogger : http//johanaristya@blogspot.com
Riwayat Pendidikan:
·
RA At-Taqwa, Rengas Bandung,
Bekasi, Tahun 1994-1995
·
SDN Karangsambung 01
Bekasi Tahun 1995-2001
·
MI Nurul Huda Karangsambung,
Bekasi, Tahun 1997-2001
·
MTs Al-Rosyadiyah, Cikarang
Timur, Bekasi. Tahun 2001-2004
·
SMA KORPRI Karawang Tahun 2004-2007
·
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tahun 2007-2012
Riwayat Organisasi:
·
Pramuka SD-SMA Tahun 1998-2006
·
UKM FLO Bahasa UIN Jakarta Tahun 2007-2008
·
Pengurus Dept.Litbang &
Keilmuan BEMJ-PBSI Tahun 2010-2011
·
Pengurus Dept.Litbang &
Keilmuan BEM-FITK Tahun 2008-2010
·
Ketua Distrik PBSI HMI
KOMTAR Tahun 2009-2010
·
Ketua DPJ Partai PARMA Tahun 2009-2010
·
Ketua Bidang Litbang &
Keilmuan HMI KOMTAR Tahun 2009-2010
·
Ketua Umum HMI Komisariat
Tarbiyah Cabang Ciputat Tahun 2010-2011
·
Pengurus HMI Cabang Ciputat
2011-2012
·
Ketua IMAMSII Wilayah Jawa Tahun 2010-2012
·
Ketua Bidang Politik, Hukum
& HAM LISUMA Jakarta Tahun 2011-2012
·
Pengurus Dewan Pendidikan Kota
Tangerang Selatan 2009-2013