Senin, 02 April 2012

SANG RAMBUT PERAK UNTUK INDONESIA EMAS


Sang Rambut Perak untuk Indonesia Emas
Oleh Johan Aristya Lesmana
Pasca krisis perekonomian dunia, Indoneisa mulai mengukir sejarah dengan menumbuhkan ekonomi nasional hingga 6,5 % pada 2010 lalu. Tentu ini merupakan prestasi yang cukup gemilang bagi Indonesia yang sekian lama mengalami krisis ekonomi yang cukup signifikan. Pada 27 Mei 2011, presiden RI dibantu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 di JHCC Jakarta. Agenda ini merupakan terobosan program pemerintah untuk meningkatkan prekonomian Indonesia dalam jangka waktu yang ditargetkan. Tentu ini merupakan kerja keras Menko Perekonomian yang dinahkodai oleh pria berambut perak, Ir. Hatta Rajasa untuk kemajuan Indonesia terutama di bidang ekonomi. Program ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Melalui langkah MP3EI ini Ir. Hatta Rajasa berharap percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi akan menempatkan Indonesia sebagai Negara maju pada tahun 2025 dengan pendapatan perkapita yang berkisar antara USD 14.250 s.d. USD 15.500 dengan nilai total perekonomian (PDB) berkisar antara USD 4,0 S.D. 4,5 triliun. Untuk mewujudkannya diperlukan pertumbuhan ekonomi riil sebesar 6,4 hingga 7,5 persen pada periode 2011-2014, dan sekitar 8,0 sampai 9,0 persen pada periode 2015-2025. Pertumbuhan ekonomi tersebut akan dibarengi oleh penurunan inflasi dari sebesar 6,5 persen pada periode 1011-2014 menjadi 3,0 persen pada 2025. Kombinasi pertumbuhan dan inflasi seperti itu mencerminkan karakteristik Negara maju.
Arsitektur Kemajuan Bangsa Sudah Menggema dengan MP3EI
Rencana besar ini hadir dari buah pemikiran seorang menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 yaitu Menko Perekonomian, Ir. M Hatta Rajasa yang belum lama ini mencanangkan program MP3EI bersama Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Kerja keras dan tanggung jawab menjadi instrument utama dalam mengembangkan dan memajukan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya terobosan strategi dan kebijakan yang berani untuk dapat bersaing dengan Negara-negara lain—yang terlebih dahulu maju dari Indonesia. Kementerian mengkoordinatori 18 kementerian ini merupakan agenda strategis bangsa dalam kemajuan dan kesejahteraan bangsa, maka dibutuhkan etos kerja yang serius dan bijaksana dalam pengambilan langkah-langkah untuk memajukan Negara tercinta. Dalam kurun waktu 2 tahun Ir. Hatta Rajasa telah membuktikan ide mulianya dalam sebuah program master MP3EI. Hal ini merupakan terobosan pemerintah untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan dan  kemajuan ekonomi  bangsa yang ditargetkan dalam program tersebut yaitu pada tahun 2025.
Dari data MP3EI Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ada tiga inisiatif strategi dari MP3EI. Pertama, dalam pengembangan dan perluasan perekonomian di 6 koridor ekonomi yang meliputi 22 kegiatan ekonomi utama, yaitu: Sumatera (Kelapa Sawit, Karet, Batubara, Besi-Baja, JSS), Jawa (Industri Makanan Minuman, Tekstil, Permesinan, Transportasi,   Perkapalan, Alutsista, Telematika, Metropolitan Jadebotabek), Kalimantan (Kelapa Sawit, Batubara, Alumina/Bauksit, Migas, Perkayuan, Besi-Baja), Sulawesi (Pertanian Pangan, Kakao, Perikanan, Nikel, Migas), Bali-NTT (Pariwisata, Peternakan, Perikanan), Papua-Kepulauan Maluku (Food Estate, Tembaga, Peternakan, Perikanan, Migas, Nikel). Strategi kedua, memperkuat konektivitas nasional melalui sinkronisasi rencana aksi nasional untuk merevitalisasi kinerja sektor riil. Untuk itu akan ditetapkan jadwal penyelesaian masalah peraturan nasional dan infrastruktur utama nasional. Menurut laporan Menko Perekonomian, berdasarkan hasil diskusi dengan para pemangku kepentingan, khususnya dunia usaha, teridentifikasi sejumlah regulasi dan perijinan yang memerlukan debottlenecking yang meliputi: 1. Mempercepat penyelesaian peraturan pelaksanaan undang-undang, 2. Menghilangkan tumpang tindih antar peraturan yang sudah ada baik ditingkat pusat dan daerah, maupun antara sektor/lembaga, 3. Merevisi atau menerbitkan peraturan yang sangat dibutuhkan untuk mendukung strategi MP3EI (seperti Bea keluar beberapa komoditi), 4. Memberikan insentif kepada kegiatan-kegiatan utama yang sesuai dengan strategi MP3EI, 5. Mempercepat dan menyederhanakan proses serta memberikan kepastian perizinan. Strategi ketiga, pengembangan Center of Excellence di setiap koridor ekonomi. Dalam hal ini akan didorong pengembangan SDM dan IPTEK sesuai kebutuhan peningkatan daya saing. Percepatan transformasi inovasi dalam ekonomi yang dilakukan melalui: 1.  Pengembangan modal manusia berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi secara terencana dan sistematis, 2. Memasukkan unsur Sistem Inovasi Nasional (SINAS) dan berbagai upaya transformasi inovasi dalam kegiatan ekonomi.
The Gold Inisiative Strategic  
Dari tiga inisiatif strategi tersebut, Menko Perekonomian terus berupaya untuk mengembangkan dan memonitoring perjalanan MP3EI sampai pada target yang telah ditentukan. Sosok negarawan Hatta Rajasa tentu berharap MP3EI  akan menjadi sebuah jalan bagi bangsa Indonesia untuk menjadi kekuatan utama dunia. Melalui 4 strategi utama yang kemudian dijabarkan dalam inisiatif strategik tersebut, kita berupaya menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar dunia. Peran penting yang diemban oleh Si Rambut Perakn ini merupakan tanggung tawab yang signifikan bagi bangsa Indonesia menemui masa depannya. Kontribusinya pada Negara diawali sebagai Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Megawati Soekarno Putri m    enggantikan Agum Gumelar kemudian berlanjut menjadi Menteri Perhubungan pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 1 dibawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Sekretaris Negara pada perombakan cabinet (reshuffle) dan sekarang dipercaya untuk memegang amanah yang besar yaitu sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2. Perjalanan karir politik tersebut tentu didapat dari etos kerja seorang negarawan yang melekat padanya selama mengabdi pada bangsa dan Negara. Kontribusi pada perekonomian Indonesia  sudah terlihat dari meningkatnya pendapatan perkapita Indonesia yang menembus angka 6,5 persen dan ini akan terus dikembangkan hingga 8,5 persen pada tahun 2014. Bukan hal yang mustahil, bangsa Indonesia dalam genggamannya akan mencapai puncak perekonomian dunia, bahkan menjadi kekuatan ekonomi dunia seperti yang telah dicanangkannya dalam program MP3EI.
Tahun 2014 merupakan momen potensial untuk mengimplementasikan segmen pertama dari program MP3EI yaitu kenaikan perekonomian hingga 7,5 persen pendapatan perkapita Indonesia. Hal ini harus diiringi dengan semangat pengabdian yang utuh dari berbagai pihak yang bersatu untuk mengembangkan perekonomian Indonesia yang telah dicanangkan dalam program Menko Perekonomian, yaitu MP3EI. Hatta Rajasa tentu mengajak semua elemen bangsa untuk bersama menjalankan dan memonitoring MP3EI hingga benar-benar menunjukkan hasil yang maksimal bagi perekonomian bangsa hingga tahun 2025. Perkembangan perekonomian Indonesia tajk lepas dari seorang pejuang kemandirian ekonomi Indonesia yaitu Hatta Rajasa yang sekarang jelas memegang kendali perekonomian bangsa, dan sudah menunjukkan hasil yang konkret bagi melajunya perkembangan perekonomian yang akan membawa bangsa ini sebagai kekuatan ekonomi dunia.
Mengabdi Bangsa Demi Kesejahteraan Rakyat
Dengan penuh semangat dan cita-cita, Hatta Rajasa terus mengabdi untuk Indonesia yang bermartabat. Hal ini Ia buktikan dengan pengabdiannya pada masyarakat sebagai Ketua Umum DPP PAN yang menaungi seluruh rakyat Indonesia dengan amanah-amanah mulia yang dipertanggungjawabkan pada Negara yang demokratis. Kini Indonesia mulai menapaki jejak peradaban bangsa yang maju dan mampu mengantarkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Tentu banyak hal yang harus menjadi agenda politik bangsa yang kokoh dan bermartabat, salah satunya mengembangkan sector ekonomi yang menjadi motor bagi kemajuan bangsa. Dalam upayanya dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur mulai ia contohkan dari pengalaman hidupnya sebagai seorang pengusaha sekaligus politisi yang menggabungkan keduanya menjadi sebuah system irama yang jujur dan bersih dari korupsi. Dalam iklim Negara yang demokratis, Hatta Rajasa memposisikan dirinya secara proporsional sebagai seorang pemimpin yang amanah dan mencintai perbedaan dalam paying demokrasi. Harapan akan bangsa yang besar kini telah menemui titik terang, maka perjuangan ini akan terus bergaung demi Indonesia.  



 
Curriculum Vitae

Nama                                    : Johan Aristya Lesmana
Tempat ,tanggal lahir              : Bekasi, 16 Juli 1989
Alamat                                   : Jl. Kertamukti, Pisangan-Ciputat, Kota Tangerang Selatan
Agama                                   : Islam
Jenis kelamin                          : Laki-laki
Status perkawinan                  : Belum Kawin
Pekerjaan                               : Pelajar/Mahasiswa
Kewarganegaraan                   : Indonesia
Telepon/handphone                 :  081585594798
E-Mail                                    : johan_aristya@yahoo.co.id
Facebook                               : Johan Aristya L Esmana
Twitter                                    : @johan_aristya
Hobby                                    : Merenung, menulis dan bertindak
Motto hidup                            : Yakin Usaha Sampai
Blogger                                   : http//johanaristya@blogspot.com

Riwayat Pendidikan:
·         RA At-Taqwa, Rengas Bandung, Bekasi,  Tahun  1994-1995
·         SDN Karangsambung 01 Bekasi                  Tahun   1995-2001
·         MI Nurul Huda Karangsambung, Bekasi, Tahun  1997-2001
·         MTs Al-Rosyadiyah, Cikarang Timur, Bekasi. Tahun 2001-2004
·         SMA KORPRI Karawang  Tahun 2004-2007
·         UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2007-2012

Riwayat Organisasi:
·         Pramuka SD-SMA  Tahun 1998-2006
·         UKM FLO Bahasa UIN Jakarta  Tahun 2007-2008
·         Pengurus Dept.Litbang & Keilmuan BEMJ-PBSI Tahun 2010-2011
·         Pengurus Dept.Litbang & Keilmuan BEM-FITK  Tahun 2008-2010
·         Ketua Distrik PBSI HMI KOMTAR  Tahun 2009-2010
·         Ketua DPJ Partai PARMA  Tahun 2009-2010
·         Ketua Bidang Litbang & Keilmuan HMI KOMTAR  Tahun 2009-2010
·         Ketua Umum HMI Komisariat Tarbiyah Cabang Ciputat  Tahun 2010-2011
·         Pengurus HMI Cabang Ciputat 2011-2012
·         Ketua IMAMSII Wilayah Jawa  Tahun 2010-2012
·         Ketua Bidang Politik, Hukum & HAM LISUMA Jakarta Tahun 2011-2012
·         Pengurus Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan 2009-2013






Tidak ada komentar:

Posting Komentar