Kehadiran sebuah bangsa tak lepas dari berbagai
kekisruhan yang menyelimuti, begitu pula dalam tatanan perjalanan kenegaraan
yang telah bersahabat dengan getirnya problematika zaman. Saat kuncup bunga
reformasi tak dapat lagi para peramal untuk menebak kemekarannya, maka pupuk
demokrasi yang santun dapat menjadi solusinya. Namun, ketika berkaca pada
bangsa Indonesia yang begitu terseok-seok menemukan jati diri, terbayanglah
keharusan gelombang kesatuan dan persatuan yang tak patut bereformasi. Karena
ruh reformasi tidak hanya tertanam pada perjalanan demokrasi kekanak-kanakan,
tapi merupakan demokrasi yang dewasa. Landasan dasar ini yang mencoba
melahirkan sebuah agenda pembaruan bangsa mencapai masa depan reformasi yang substantif
dan pelaksanaan demokrasi yang tangguh, bukan demokrasi ‘cengeng.’
Tahap mengagendakan perubahan sebenarnya telah hadir
sejak lampau, namun ruhnya yang terkadang dilupakan oleh generasi
penerus—mungkin juga sengaja dihilangkan oleh suatu rezim tertentu—menjadikan
perjuangan yang hilang arah. Poros perjuangan para pemuda yang punya semangat
pembaruan lah yang kini menjadi harapan bangsa ini untuk mengagendakan
kemajuan.
Hari ini rakyat sedang dirundung pilu dengan berbagai
ulah para penista yang selalu mencoba menyentuh kalbu rakyat dengan tajamnya
pisau ketiranian. Tentu ini merupakan bekal bagi bangsa ini jika mau
dikategorikan sebagai bangsa yang berpotensi gagal. Sudah terlalu lama dan
banyak rakyat disiram dengan jannji-janji para pembusuk birokrasi dari republik
hina. Dari bingkai itu pemuda mesti berkaca pada agenda strategis bangsa yang
pro terhadap rakyat yang sekian lama merindukan datangnya ketentraman dan
kemakmuran bangsa ini. Debut politik yang tak bermoral sebaiknya disudahi untuk
mencanangkan perubahan bangsa, bukan untuk kepentinggan busuk segerombolan para
politikus bermental neraka.
Kenaikan BBM merupakan bukti suramnya kebijakan
pemerintah yang tega menumpahkan air mata ketidakberdayaan para rakyatnya. Maka
sebagai ggenerasi penerus, mestinya dapat membasmi sindrom ketiranian tersebut.
Dalam hal ini, Badan Komunikaasi Pemuda dan Remaja Masjid Indinesia (BKPRMI) mencoba menggagas agenda strategis bangsa
dengan mempublikasikan gagasan-gagasan perubahan yang akan mengantarkan
Indonesia gemilang. Gagasan perubahan itu dimulai dengan Seminar Nasional
dengan tema “Meningkatkan Rasa Kepedulian Pemuda
Demi Terwujudnya Masyarakat yang Sejahtera Sesuai Nilai-Nilai Pancasila.”
Kegiatan ini merupakan kepedulian kalangan pemuda akan
perubahan bangsa yang bijak terhadap harapan rakyat. Dalam dinamika demokrasi
yang kian sulit ditemukan arah tujuannya, maka perlu untuk menerobos batas
haluan zaman yang semakin bergerak dengan sporadis. Perjuangan para kaum muda
menjadi penentu keberlangsungan demokratisasi bangsa yang sehat dan dewasa.
Semoga....(Johan Aristya Lesmana)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar