Minggu, 08 April 2012

Meningkatkan Rasa Kepedulian Pemuda Demi Terwujudnya Masyarakat yang Sejahtera Sesuai Nilai-Nilai Pancasila


Kehadiran sebuah bangsa tak lepas dari berbagai kekisruhan yang menyelimuti, begitu pula dalam tatanan perjalanan kenegaraan yang telah bersahabat dengan getirnya problematika zaman. Saat kuncup bunga reformasi tak dapat lagi para peramal untuk menebak kemekarannya, maka pupuk demokrasi yang santun dapat menjadi solusinya. Namun, ketika berkaca pada bangsa Indonesia yang begitu terseok-seok menemukan jati diri, terbayanglah keharusan gelombang kesatuan dan persatuan yang tak patut bereformasi. Karena ruh reformasi tidak hanya tertanam pada perjalanan demokrasi kekanak-kanakan, tapi merupakan demokrasi yang dewasa. Landasan dasar ini yang mencoba melahirkan sebuah agenda pembaruan bangsa mencapai masa depan reformasi yang substantif dan pelaksanaan demokrasi yang tangguh, bukan demokrasi ‘cengeng.’
Tahap mengagendakan perubahan sebenarnya telah hadir sejak lampau, namun ruhnya yang terkadang dilupakan oleh generasi penerus—mungkin juga sengaja dihilangkan oleh suatu rezim tertentu—menjadikan perjuangan yang hilang arah. Poros perjuangan para pemuda yang punya semangat pembaruan lah yang kini menjadi harapan bangsa ini untuk mengagendakan kemajuan.
Hari ini rakyat sedang dirundung pilu dengan berbagai ulah para penista yang selalu mencoba menyentuh kalbu rakyat dengan tajamnya pisau ketiranian. Tentu ini merupakan bekal bagi bangsa ini jika mau dikategorikan sebagai bangsa yang berpotensi gagal. Sudah terlalu lama dan banyak rakyat disiram dengan jannji-janji para pembusuk birokrasi dari republik hina. Dari bingkai itu pemuda mesti berkaca pada agenda strategis bangsa yang pro terhadap rakyat yang sekian lama merindukan datangnya ketentraman dan kemakmuran bangsa ini. Debut politik yang tak bermoral sebaiknya disudahi untuk mencanangkan perubahan bangsa, bukan untuk kepentinggan busuk segerombolan para politikus bermental neraka.
Kenaikan BBM merupakan bukti suramnya kebijakan pemerintah yang tega menumpahkan air mata ketidakberdayaan para rakyatnya. Maka sebagai ggenerasi penerus, mestinya dapat membasmi sindrom ketiranian tersebut. Dalam hal ini, Badan Komunikaasi Pemuda dan Remaja Masjid Indinesia (BKPRMI)  mencoba menggagas agenda strategis bangsa dengan mempublikasikan gagasan-gagasan perubahan yang akan mengantarkan Indonesia gemilang. Gagasan perubahan itu dimulai dengan Seminar Nasional dengan tema “Meningkatkan Rasa Kepedulian Pemuda Demi Terwujudnya Masyarakat yang Sejahtera Sesuai Nilai-Nilai Pancasila.”
Kegiatan ini merupakan kepedulian kalangan pemuda akan perubahan bangsa yang bijak terhadap harapan rakyat. Dalam dinamika demokrasi yang kian sulit ditemukan arah tujuannya, maka perlu untuk menerobos batas haluan zaman yang semakin bergerak dengan sporadis. Perjuangan para kaum muda menjadi penentu keberlangsungan demokratisasi bangsa yang sehat dan dewasa. Semoga....(Johan Aristya Lesmana)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar