Hati ini merunduk seraya bersimpuh memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, semua lantunan kesederhanaan menjadi perangkat keberserahan kepada-Nya. Dia yang mencurahkan kebenaran, sehingga kita hidup dalam lindungan rahmat-Nya. Alhamdulillah, saat berbahagia ini kita dipertemukan dalam kesadaran akan bergantung hanya pada Allah SWT. Shalawat serta salam tak henti mengiringi laju nafas kesetiaan yang bermuara pada Sang Pendidik Agung dari Dewan Kehidupan, Nabi Muhammad SAW, dengan risalahnya yang paripurna semua ummat menapaki peradaban penuh khidmat keshalihan dan menjadi penerusnya hingga akhir zaman.
Pendidikan karakter merupakan agenda strategis pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang harus digalakkan kembali untuk membangun kaerakter bangsa. Visi pembangunan karakter bangsa sejatinya telah secara eksplisit dinyatakan dalam kebijakan pendidikan nasional. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3 menyebutkan bahwa pendidikan nasionalo berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan seharusnya tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademis, namun juga berakhlak mulia. Dengan demikian pemantapan pendidikan karakter secara komprehensif menjadi sangat esensial untuk segera diimplementasikan di sekolah.
Mulai tahun 2009 kementer5ian pendidikan nasional (sekarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) secara serius memberikan porsi yang lebih besaqr untuk peningkatan mutu pendidikan termasuk di dalamnya mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan. Berkaitan dengan hasil pendidikan, peraturan menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan secara jelas merumuskan kompetensi lulusan yang harus di capai dalam penyelenggaraan pendidikan termasik pendidikan pada jenjang SD. Butir-butir kompetensi lulusan tersebut sangat berkaitan dengan karakter. Beberapa diantaranya: (1) mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai tahap perkembangan remaja; (2) menunjukkan sikap percaya diri; (3) mematuhi aturan-aturan social yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas; (4) menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan giolongan social ekonomi dalam lingkup nasional.
Kehadiran seminar pendidikan karakter yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan merupakan perangkat referensi teknis untuk mengaplikasikan pendidikan karakter di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Kota Tangerang Selatan. Dalam kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang bermutu, seminar ini pun mengupas bagaimana mengimplementasikan pendidikan karakter sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Dengan semangat untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan Kota Tangerang Selatan, Dewan Pendidikan berupaya untuk terus memberuikan yang terbaik kepada masyarakat dalam upayanya meningkatkan mutu pendidikan. Kegiatan ini juga bias disebut sebagai langkah awal Dewan Pendidikan untuk mengimplementasikan Kota Tangerang Selatan yang Cerdas, Modern, dan Religius.
Kegiatan seminar pendidikan ini mengundang seluruh Kepala dan Komite sekolah pada tingkat SD dan MI se-Kota Tngerang Selatan sebagai peserta seminar dan menghadirkan Bapak Ir. Indra Djati Sidi, Ph.D dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai narasumber dengan tema inti “Revitalisasi Pendidikan Karakter dan Fungsi serta Tugas Komite Sekolah dalam Era Globalisasi”. Seminar Pendidikan Karakter ini diselenggarakan atas beberapa keresahan di tengah masyarakat yang menjangkiti sendi-sendi kehidupan. Maka diharapkan melalui seminar yang mengundang seluruh kepala lembaga pendidikan di wilayah Kota Tangerang Selatan ini dapat menjadi motor bagi semua pihak untuk menyelenggarakan pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai kearifan yang dapat tercermin dalam sikap hidup yang pantas sebagai hamba Tuhan dan warga negara yang baik. Dalam menjawab tantangan era globalisasi yang kian merapat pada dermaga identitas kemanusiaan, diharapkan pendidikan karakter menjadi solusi utama untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia dalam upayanya menjadi pemimpin alam semesta ini.
Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan yang telah bersedia bekerjasama dalam penyelenggaraan seminar pendidikan karakter ini, juga kepada Sekolah Kharisma Bangsa yang berkenan untuk memfasilitasi tempat seminar. Kepada Walikota Tangerang Selatan kami ucapkan rasa hormat dan terima kasih atas kesediaannya membuka acara seminar pendidikan ini. Dan kepada semua puhak yang terlibat dalam seminar pendidikan karakter, kami ucapkan terima kasih. Semoga kegiatan ini memnerikan manfaat yang baik bagi semua pihak untuk melaksanakan kehidupan yang dinamis dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan karakter bangsa Indonesia.
Tangerang Selatan, 06 Februari 2012
Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I
PENDAHULUAN
- Dasar Pemikiran
- Tujuan
- Hasil yang Diharapkan (Out Put)
- Sustainability
- Sasaran Kegiatan
- Narasumber
- Waktu Pelaksanaan
BAB II
PROSES ACARA SEMINAR PENDIDIKAN KARAKTER
- Mukaddimah
- Pembukaan Acara
- Acara Inti
- Penutupan Acara
BAB III
PENUTUPAN
Penutup
Lampiran-lampiran
- Dokumentasi Kegiatan
- Jadwal Acara
- Curriculum Vitae Narasumber
- Daftar Hadir Peserta
- Materi/Makalah
- Liputan Media
BAB I
PENDAHULUAN
- A. DASAR PEMIKIRAN
Belakangan ini telah tumbuh kesadaran betapa mendesaknya agenda untuk melakukan terobosan guna membentuk dan membina karakter para siswa sebagai generasi penerus bangsa. Sejumlah ahli pendidikan mencoba untuk merumuskan konsep-konsep tentang pendidikan karakter, dan sebagiannya lagi bahkan sudah melangkah jauh dalam mempraktekannya. Urgensi Pendidikan Karakter dikembangkan karena, salah satu bidang pembangunan nasional yang sangat penting dan menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara adalah pembangunan karakter bangsa. Ada beberapa alasan mendasar yang melatari pentingnya pembangunan karakter bangsa, baik secara filosofis, ideologis, normatif, historis maupun sosiokultural.
Secara filosofis, pembangunan karakter bangsa merupakan sebuah kebutuhan asasi dalam proses berbangsa karena hanya bangsa yang memiliki karakter dan jati diri yang kuat yang akan eksis. Secara ideologis, pembangunan karakter merupakan upaya mengejawantahkan ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara normatif, pembangunan karakter bangsa merupakan wujud nyata langkah mencapai tujuan negara, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Secara historis, pembangunan karakter bangsa merupakan sebuah dinamika inti proses kebangsaan yang terjadi tanpa henti dalam kurun sejarah, baik pada zaman penjajahan maupun pada zaman kemerdekaan. Secara sosiokultural, pembangunan karakter bangsa merupakan suatu keharusan dari suatu bangsa yang multikultural.
Pembangunan karakter bangsa merupakan gagasan besar yang dicetuskan para pendiri bangsa karena sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai suku bangsa dengan nuansa kedaerahan yang kental, bangsa Indonesia membutuhkan kesamaan pandangan tentang budaya dan karakter yang holistik sebagai bangsa. Hal itu sangat penting karena menyangkut kesamaan pemahaman, pandangan, dan gerak langkah untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
Berangkat dari hal di atas, bahwa pendidikan perlu menanamkan nilai-nilai karakter kemanusiaan yang menjadi bekal utama manusia itu dalam menjalankan hidup. Problematika pendidikan dewasa ini tidak lepas dari sikap dasar manusia dalam ruang publik—dalam cakupannya sebagai makhluk sosial—yang selalu mengedepankan intelektualitas, namun miris moralitas. Hal ini dapat dilihat diberbagai sendi kehidupan, misalnya; dunia politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Semua berpacu pada keahlian belaka, jarang sekali yang memadukannya dengan kecakapan sikap atau akhlak yang baik. Problematika pendidikan tersebut tercermin dari kurangnya pendidikan karakter yang didapatkan dalam ruang hidupnya. Semua bermuara pada pendidikan dasar yang didapatkan dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan. Tiga pilar tersebut yang menjadi landasan pendidikan karakter seorang bernama manusia. Pada beberapa tahun ke belakang, pemerintah mencanangkan pendidikan karakter disetiap lembaga pendidikan untuk menunjang terwujudnya stabilitas dan keseimbangan sosial. Dalam program tersebut, guru sebagai pendidik di sekolah diharapkan menanamkan nilai-nilai hidup yang berlandaskan pada sikap atau akhlak yang mulia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Menelaah banyaknya problematika pendidikan yang muncul dewasa ini, pada hari sabtu 14 Januari 2012 Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan menyusun perangkat kebutuhan manusia tersebut dalam rangkaian acara Seminar Pendidikan Karakter yang diadakan di Sekolah Kharisma Bangsa. Acara ini dihadiri oleh 750 peserta yang terdiri atas seluruh Kepala dan Ketua Komite Sekolah tingkat sekolah dasar (SD) dan Madrasah btidaiyah (MI) yang berada di wilayah Kota Tangerang Selatan dengan mengusung grand tema Revitalisasi Pendidikan Karakter dan Fungsi serta Tugas Komite Sekolah dalam Era Globalisasi. Acara ini diketuai langsung oleh Bapak Dr. Supriono, M.Ed sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan Periode 2010-2015 dan dibuka langsung oleh Walikota Tangerang Selatan, Ibu Airin Rachmi Diany, SH, MH. Seminar Pendidikan Karakter ini dibagi menjadi dua sesi. Pertama, seminar diisi oleh Drs. Mathodah S, M.Si (Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan) dan Drs. H. Agus Salim, M.Pd (Kepala Kemenag Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan) dimoderatori oleh Drs. H. Kuswanda, M.Pd dengan tema “Kebijakan Pendidikan Kota Tangerang Selatan Tahun 2012” yang dilaksanakan pada pukul 09.40 s.d. 10.10. kedua, seminar dilajutkan dengan tema “Revitalisasi Pendidikan Karakter dan Fungsi serta Tugas Komite Sekolah dalam Era Globalisasi” dengan pembicara, Ir. Indra Djati Sidi, Ph.D dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan dimoderatori oleh Dr. Supriano, M.Ed (Ketua Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan). Seminar Pendidikan Karakter ini juga diramaikan oleh penampilan siswa-siswi dari Sekolah Kharisma Bangsa dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Cempaka Putih Ciputat Timur.
Seminar Pendidikan Karakter ini diselenggarakan atas beberapa keresahan di tengah masyarakat yang menjangkiti sendi-sendi kehidupan. Maka diharapkan melalui seminar yang mengundang seluruh kepala lembaga pendidikan di wilayah Kota Tangerang Selatan ini dapat menjadi motor bagi semua pihak untuk menyelenggarakan pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai kearifan yang dapat tercermin dalam sikap hidup yang pantas sebagai hamba Tuhan dan warga negara yang baik. Dalam menjawab tantangan era globalisasi yang kian merapat pada dermaga identitas kemanusiaan, diharapkan pendidikan karakter menjadi solusi utama untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia dalam upayanya menjadi pemimpin alam semesta ini.
- B. TUJUAN
- Dilaksanakan oleh semua stakeholders yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan. Agar penyelenggaraan pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan dapat menanamkan nilai-nilai dari pendidikan karakter.
- Menjadi penggerak seluruh lapisan masyarakat sebagai salah satu dari tri darma pendidikan untuk menjalankan dan mengawasi pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah.
- Menjadi acuan pada dewan guru dalam memberikan pendidikan pada siswanya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan Alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945.
- C. HASIL YANG DIHARAPKAN (OUT PUT)
- Terbinanya para kepala dan komite sekolah yang mengemban pendidikan karakter.
- Semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan dapat mengemplementasikan pendidikan karakter untuk bangsa yang berkarakter.
- Terciptanya keharmonisan yang terjalin antara guru dan murid.
- Dapat mengembangkan potensi sikap/akhlak dan keilmuan yang menunjang kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama sesuai dengan esensi tujuan pendidikan.
- D. SUSTAINABILITY
- E. SASARAN KEGIATAN
- F. NARASUMBER
- Ir. Indra Djati Sidi, Ph.D (Akademisi ITB Bandung)
- Drs. H. Mathodah, M.Si (Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan)
- Drs. H. Agus Salim, M.Pd (Kepala Kemenag Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan)
- G. WAKTU PELAKSANAAN
BAB II
PROSES ACARA SEMINAR PENDIDIKAN KARAKTER
- A. MUKADDIMAH
Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, yang pertama ialah sesi pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Mathodah, M.Si (Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan) dan Bapak Drs. H. Agus Salim, M.Pd (Kepala Kemenag Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan). Pemaparan kebijakan pendidikan Kota Tangerang Selatan tahun 2012 ini dibuka selama 45 menit tanpa sesi tanya jawab. Sedangkan sesi kedua adalah kegiatan inti dari Seminar Pendidikan Karakter yang dibawakan oleh Ir. Indra Djati Sidi, Ph.D (Akademisi ITB Bandung)
Pada acara inti dari Seminar Pendidikan Karakter dapat dipastikan bahwa kegiatan ini mendapat antusias penug dari peserta seminar. Pada termin pertama dari sesi pertanyaan narasumber sudah di banjiri hujan pertanyaan oleh peserta yang kebanyakan dari Kepala sekolah SD dan MI. Pada termin pertanyaan kedua pun sama ramainya pertanyaan dari peserta seminar. Kebanyakan mereka bertanya kepada narasumber tentang penerapan pendidikan karakter di lingkungan sekolah terutama sesame guru dan murid.
- B. PEMBUKAAN ACARA
Berikutnya adalah sambutan sekaligus pengarahan yang disampaikan langsung oleh Walikota Tangerang Selatan Ibu Hj. Airin Rachmi Diany, SH, MH. Dari pengarahan ini dapat ditangkap beberapa poin penting, diantaranya; bahwa pendidikan merupakan kebutuhan hidup manusai yang sangat mendasar, maka harus ditingkatkan dan dikembangkan terus dalam pengelolaannya di berbagai lembaga pendidikan baik formal, informal, maupun nonformal, selain itu, Walikota juga menekankan kepada piihak masyarakat secara umum agar menjadi pendidik dan pengawas pendidikan yang berlangsung dilingkungannya, karena masyarakat merupakan salah satu dari tridarma pendidikan, poin lain yang tak kalah penting adalah bahwa Dewan Pendidikan khususnya Ddi Kota Tangerang Selatan, harus mampu membangun dan memajukan pendidikan di Kota Tangerang Selatan bersama semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan.
- C. PEMAPARAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN
- Pendidikan karakter merupakan denyut nadi pendidikan yang berlandaskan pada esensi dari tujuan pendidikan itu sendiri. Maka untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya peran serta pihak yang terlibat dan melibatkan diri untuk mampu meningkatkan dan menyukseskan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
- Bahwa pendidikan yan g bermutu adalah pendidikan yang menyelaraskan antara keilmuan dan sikap, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat secara luas.
- Pendidikan harus menjadi jembatan para peserta didik untuk menentukan masa depan yang cerah dan bertujuan pada kebahagiaan dunia dan di akhirat.
- Lingkungan sekolah terutama kepala sekolah dan para staf pengajar harus menjadi contoh dan mencontohkan bagi anak didiknya, agar dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan berkarakter.
- Pendidikan keluarga merupakan pilar yang paling pending dalam mewujudkan pendidikan karakter yang bermutu, maka keluarga sebagai lingkungan yang paqling dekat dengan anak didik harus menanamkan pendidikan yang baik guna menopang pembangunan nasional.
- Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berbasis agama berperan sangat signifikan dalam pembangunan pendidikan karakter, sebab dari agama dapat menanamkan nilai-nilai karakter bagi si anak. Oleh karena itu, madrasah perlu membina keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum, sebab itu lebih mendekati tujuan dari diadakannya pendidikan karakter.
- Sebagai bagian dari Kementerian Agama, madrasah harus mampu berkompetisi dengan sekolah-sekolah umum dalam bidang ilmu sains dan pengetahuan umum lainnya, karena untuk membina intelektual anak didik, begitu juga sekolah umum agar dapat memanfaatkan waktu yang baik dan efektif untuk alokasi ilmu agama di sekolah.
- Sejauh ini madrasah masih sedikit tertinggal dari sekolah, dikarenakan kepedulian dari berbagai pihak kurang maksimal. Namun madrasah akan selalu mencoba untuk membenahi dan memaksimalkan sarana dan prasarana agar dapat bersaing dengan sekolah umum.
- D. ACARA INTI SEMINAR PENDIDIKAN
- Dari tema yang dibahas ada empat kata kunci yang mesti dipahami, yaitu; 1. Revitalisasi, 2. Karakter, 3. Komite Sekolah, dan 4. Globalisasi. Dari keempat kata kunci tersebut akan merujuk pada peningkatan mutu pendidikan, sedangkan pendidikan yang bermutu akan berdampaqk pada kemajuan bangsa.
- Dari pendidikan karakter diharapkan setiap individu maupun kelompok sadar akan pentingnya jati diri bangsa yang meliputi kejujuran, toleransi, gotong royong, pekerja keras, budaya malu yang positif, setia, berani, dll. Karena jati diri adalah modal dasar untuk membangun bangsa yang maju.
- Menyikapi keberagaman bangsa Indonesia, perlu adanya spirit persatuan maka Bhineka Tubnggal Ika menjadi falsafah yang sempurna untuk mempersatukan bangsa yang terdiri dari 17.000 pulai ini, yaitu perbedaan harus menjadi kekuatan bangsa ini untuk menuntun arah globalisasi.
- Jati diri bangsa sangat diperlukan dalam upaya pembangunan nasional yang berkarakter. Namun, di Indonesia belum terlihat secara jelas, bahkan mungkin hilang jati dirinya, karena faktanya 67 tahun Indonesia merdeka masih tetap saja banyak masyarakat yang menderita dari factor, ekonomi, [politik, pangan, pendidikan, dll.
- Karakter negative bangsa ini sudah terlalu banyak, dapat dilihat dalam media, sehari-hari kita menyaksikan informasi tentang korupsi, kriminalitas, kemiskinan, tidak disiplin, premanisme dimana-mana. Kesemua ini menjadikan bangsa ini dirundung ketidaknyamanan bagi waqrganya sendiri. Jadi dimana karakter Indonesia yang pernah dinobatkan menjadi singa asia. Kini masih belum ditemukan klarakter tersebut. Maka mari bersama-sam untuk membangun karakter bangsa mulai dari pendidikan di sekolah-sekolah terutama sekolaqh dasar.
- Bangsa ini telah mendekati self destructive (bunuh diri) perlahan dengan karakter yang sangat buruk. Karena karakter negative merupakan sumber malapetaka bagi bangsa ini. Jika tidak dibenahi dari sekarang, bangsa ini akan menjadi bangsa yang rugi.
- Semua kerusakan tersebut merujuk pada pendidikan yang salah, maka dari itu pendidikan karakter merupakan obat paling penting bagi penyembuhan bangsa ini.
- Pendidikan karakter harus lebih efektif dalam lingkungan sekolah dan lingkunagn keluarga, karena anak banyak bergaul di lingkungan tersebut. Perlu adanya penekanan lebih bagi anak dalam menjalankan pergaulannya sehari-hari.
- Para guru dan orangtua mesti menjadi pengawas pendidikan karakter anak dimana pun anak itu berada demi perkembangan nilai-nilai yang dijalankannya.
Sesi Pertanyaan
Pertanyaan yang diajukan kepada narasumber meliputi tentang pendidikan karakter dn aplikasinya di sekolah. Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan para peserta seminar pendidikan, antara lain:
- Ibu Hj. Farida, S.Pd
- Mohon dijelaskan ciri-ciri atau bentuk pendidikan karakter yang paling tepat untuk diaplikasikan di sekolah, khususnya sekolah dasar atau sederajatnya?
- Jika ada karakter special yang mesti ditanamkan kepada anak didik, bagaimana teknis pelaksanaannya?
- Ibu Jetty M, M.Pd
- Bagaimana cara menanamkan kejujuran, disiplin, dan kerja keras menjadi kebiasaan?
- Ibu Hj. Nurhasanah
- Bagaimana cara meningkatkan kinerja para guru untuk berlomba-lomba dalam mendidik murid dengan pendidikan karakter?
Dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta seperti di atas, narasumber menjawab dengan beberapa ilustrasi yang berkenaan langsung dengan pertanyaan-pertanyaan berikut seperti di bawah ini:
- Jawaban ini ditujukan kepada penanya pertama yaitu Ibi Hj. Farida dari Komite Sekolah SDN Rempoa Selatan. Bapak Ir. Indra Djati Sidi, Ph.D mengilustrasikan seperti anaknya yang juga muris SD, beliau menjelaskan bahwa sekolah mesti memperhatikan tingkah laku bahkan gerak gerik serta tutur kata anak didik. Dalam sehari-hari, anaknya bermain dengan beberapa murid lain yang berbeda latar belakang agamanya, namun ia tetap toleransi begitu juga teman-temannya yang berkeyaklinan nonmuslim juga menghargai aktivitas keagamaan kita di sekolah. Maka peran guru adalam menanamkan dari hal yang paling kecil dan sederhana. Murah senyum adalah salah satu cirri dari pendidikan karakter tyang berhasil, kepala sekolah kalau mimpin rapat para ewan guru mesti memberikan senyum dahulu sebeluum berbicara membuka rapat, agar suasana rapat mencair, tidak malah menegangkan. Merangkul anak murid seperti anak sendiri, maka murid sangat senang dirangkul oleh gurunya. Itu merupakan cirri dan bentuk pendidikan karakter yang paling sederhana yang mesti kita aplikasikan di sekolah.
- Pertanyaan dari Ibu Jetty M, M.Pd Kepala MIN Cempaka Putih dijawab dengan lugas dengan menggunakan ilustrasi yang sangat sederhana, yaitu jika orangtua berkata bohong pada anaknya, mungkinkah anaknya akan ikut-ikutan bohong nantinya, jawabannya iya benar, anak akan mencontoh orangtuanya. Maka untyuk menanamkan kebiasaan jujur, disiplin, kerja keras, harus dimulai dari orangtua, guru dan segenap keluarganya yang menjadi contoh untuk mereka mengaplikasikan sikap dari kehidupannya. Maka peran orangtua dan guru menjadi sentral dalam kualitas karakter anak-anaknya.
- Untyuk menjawab pertanyaan selanjutnya dari Ibu Hj. Nurhasanah, narasumber menjawab bahwa para guru harus sadar akan tanggung jawabnya sebagai pahlawan yang berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka untuk meningkatkan kinerja para guru yaitu dengan menanamkan kesadaran bahwa akan didik merupakan tunas bangsa yang akan membawa bangsa ini sejahtera, jadi harus dididik dengan segenap hati nurani agar kelak mereka menjadi orang-orang yang sukses dan menyukseskan guru-gurunya juga. Para guru telah memilih menjadi guru, berarti konsekwensi logis yang mesti diterima adalah kesanggupan membimbing dan mengarahkan anak didiknya menuju cita-cita mereka.
- E. PENUTUPAN ACARA
BAB III
PENUTUP
Laporan kegiatan Seminar Pendidikan Karakter ini merupakan wujud pertanggungjawaban dari Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan sebagai penyelenggara kegiatan agar kegiatan yang telah dilakukan dapat menjadi semangat bagi para stake holders dunia pendidikan khususnya di Kota Tangerang selatan untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan di kota tercinta ini. Laporan ini memuat secara rinci agenda kegiatan yang telah diselenggarakan yang merupakan tanggung jawab penyelenggara untuk memaparkan kegiatan seminar pendidikan karakter ini. Pada penyusunan laporan ini diharapkan menjadi awal bagi referensi pengembangan pendidikan karakter yang perlu diterapkan oleh semua pihak.
Penyusunan laporan ini merupakan harapan besar Dewan Pendidikan Kota Tngerang Selatan untuk dapat terus mengabdikan diri pada dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Meskipun disusun secara sederhana, namun laporan ini memuat hal yang signifikan dalam proses untuk implementasinya. Semoga apa yang telah dilakukan menjadi spirit bagi pihak manapin untuk bersama mengembangka dan memajukan dunia pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Semoga bermanfaat. Amin.
Lampiran-lampiran
- A. Dokumentasi
- B. Jadwal Acara
Waktu
Kegiatan
1
07.30-08.00
Registrasi Peserta
2
08.00-09.30
Pembukaan
- Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
- Penampilan Kreativitas Siswa Kharisma Bangsa
Dr. Supriano, M.Ed
(Ketua Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan)
Pengarahan Sekaligus Membuka
Hj. Airin Rachmi Diany, SH, MH
(Walikota Kota Tangerang Selatan)
3
09.30-09.40
Penampilan Kreativitas Siswa MIN Cempaka Putih
4
09.40-10-20
Kebijakan Pendidikan Kota Tangerang Selatan Tahun 2012
Pembicara : 1. Drs. Mathodah S, M.Si
(Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan)
- Drs. H. Agus Salim, M.Pd
Moderator : Drs. H. Kuswanda, M.Pd
5
10.20-12.20
SEMINAR PENDIDIKAN
“Revitalisasi Pendidikan Karakter dan Fungsi serta Tugas Komite Sekolah dalam Era Globalisasi”
Pembicara : Ir. Indra Djati Sidi, Ph.D (Akademisi ITB)
Moderator : Dr. Supriano, M.Ed
6
12.20-Selesai
Penutupan
- Doa
- Makan Siang Bersama
- C. Curriculum Vitae Narasumber
Nama : Ir. Indra Djati Sidi, Ph.D
Tempat ,tanggal lahir : Amsterdam, 5 Juni 1953
Email : indradjati@gmai.com
Riwayat Pendidikan:
- Sarjana Teknik Sipit ITB Bandung, 1976
- Megister University of Illionis USA, 1981
- Doktor University of Illionis USA, 1986
- Ketua LP ITB, 1988-1989
- Pembantu Rektor III ITB, 1989-1997
- Dirjen Dikdasamen Depdiknas, 1998-2005
- Wakil Ketua II KONI Pusat, 1999-2003
- Ketua Dewan Pembina Ikatan Guru Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar